Bupati Bener Meriah, Provinsi NAD meminta aparat TNI/Polri untuk melakukan operasi keamanan di wilayahnya. Hal ini disebabkan masih seringnya terjadi pemerasan-pemerasan yang dilakukan orang-orang bersenjata api.
Demikian ditegaskan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Senin (30/6). Tagore Abubakar ke Medan untuk mengantar kepala dusun yang menjadi korban penembakan orang-orang bersenjata api
“Penembakan dan penculikan sudah sering terjadi, namun kali ini sudah benar-benar kelewatan, sehingga kami masyarakat Bener Meriah sangat mengharapkan dilakukan operasi keamanan oleh TNI/Polri,” sebut Tagore.
Menurutnya, korban penembakan Sukma Dewi (35) yang sedang hamil tiga bulan tewas di tempat kejadian dengan luka tembakan di bagian kiri dan kanan dadanya. Sedangkan Ardiansyah (40), suami Sukma merupakan Kepala Dusun Seni Antara Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah, cedera empat tembakan di bagian kaki kanan.
Diduga kuat penembakan ini terjadi karena korban yang sering didatangi oleh orang-orang tidak dikenal untuk dimintai sejumlah uang, namun yang bersangkutan tidak mau memberi.
Selain itu, Tagore juga menjelaskan, ratusan selongsong peluru laras panjang dan pendek ditemukan di lokasi penembakan yang terjadi Senin, (30/6) sekira pukul 02.15 WIB.
Melihat kronologi kejadian ini, Tagore menilai, penembakan tersebut bukanlah bentuk tindak kriminal biasa. Dia juga mensinyalir pelaku adalah sisa-sisa kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang masih menginginkan kondisi tidak aman terjadi di wilayahnya.
Korban Ardiansyah dievakuasi dari tempat kejadian menuju Medan dengan menggunakan pesawat SMAC dari Pelabuhan Udara Bener Meriah ke Bandara Polonia Medan dan selanjutkan dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan guna medapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Back Up"
Menanggapi permintaan Bupati Bener Meriah, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Supiadin AS menegaskan, jajaran TNI dalam hal ini Kodam IM siap mem-"back-up" pihak kepolisian dalam melakukan operasi pemulihan keamanan dan ketertiban di manapun berada di wilayah Aceh.
Namun, dalam operasi keamanan tersebut, Polri berada di garis depan, sedangkan TNI akan membantunya. Itupun sejauh adanya permintaan yang disampaikan pihak kepolisian.
Penegasan tersebut disampaikan Pangdam melalui Kapendam IM Mayor Caj Dudi Dzulfadli saat dikonfirmasi Analisa, Senin (30/6) sore, sehubungan adanya permintaan Bupati Bener Meriah Ir Tagore AB, agar TNI/Polri melakukan operasi keamanan di Bener Meriah. Pernyataan itu disampaikan Bupati Tagore kepada wartawan saat tiba di Bandar Polonia Medan.
Permintaan itu dilakukan Bupati Bener Meriah Tagore, sehubungan kembali terjadinya aksi penembakan warga di Bener Meriah yang menimpa kepala dusun yang mengakibatkan seorang meninggal dunia.
Menurut Dudi, operasi keamanan dan ketertiban merupakan kewenangan dan wilayah Polri, sedangkan TNI dalam kapasitas ini hanya mem-back-up saja kegiatan operasi yang dilakukan Polri.
Ini telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berbeda pada saat darurat dulu dan sebelum proses damai terwujud di Aceh, TNI bisa melakukan operasi keamanan demi terciptanya keamanan dan keutuhan bangsa dan negara ini.
“Kapan pun Polri minta, kami TNI siap memberikan dukungan penuh dalam operasi keamanan,” tegas Kapendam.
Kapolres Persiapan Bener Meriah, Kompol Isfar Mucktarudin saat di konfirmasi Analisa via telepon selularnya mengaku belum mengetahui dan belum menerima laporan akan kejadian penembakan tersebut.
“Saya masih di lapangan, jadi belum mengetahui informasinya, nanti saya hubungi lagi,” ujar Kompol Isfar.
Menanggapi pernyataan Bupati Ir Tagore AB yang meminta TNI/Polri untuk melakukan operasi keamanan di Bener Meriah, Jurubicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Ibrahim bin Syamsuddin KBS kepada Analisa menyatakan permintaan itu sah-sah saja, sejauh tidak berbuah terjadinya pelanggaran hukum baru di Aceh pasca-perdamaian.
Terkait insiden penembakan yang menewaskan seorang warga sipil di Bener Meriah, Ibrahim meminta kepada kepolisian untuk melaksanakan tugasnya dalam upaya penegakan hukum dan mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.
“Bila itu merupakan pelanggaran hukum, maka itu tugas polisi untuk melakukan penegakan hukum,” tegas Ibrahim.
Mendapat Perawatan
Kepala Dusun Desa Seni Antara, Kabupaten Bener Meriah, Ardiyanto (40), korban penembakan sekelompok orang tak dikenal (OTK) dievakuasi ke Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan serius.
Korban yang mendapatkan berondongan tembakan hingga mengenai dua kakinya baik betis maupun pahanya itu tiba di RSU H Adam Malik setelah diterbangkan dari Kabupaten Bener Meriah dengan pesawat Sabang Merauke Air Charter (SMAC) sore.
Pantauan wartawan, hingga menjelang malam kondisi korban masih mendapat perawatan serius di Instalasi Gawat Darurat RSU H Adam Malik Medan. Tidak diketahui persis apakah peluru yang menempel di betis dan paha korban sudah dikeluarkan, namun secara kasat mata kondisi korban tidak kritis bahkan bisa menjelaskan sedikit kronologi kejadian naas yang menimpa keluarganya itu.
Secara persis, katanya, peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.15 WIB. Waktu itu, korban dan keluarganya sedang istirahat. Di tengah malam yang sepi, tiba-tiba mereka mendengar suara orang menggedor pintu.
Semula, keluarga korban tak mau membuka pintu karena berbagai alasan privasi. Namun, karena suara gedoran dan panggilan seseorang yang suaranya seakan dikenal, membuat korban berani membuka pintu.
Inti dari pertemuan malam itu sebenarnya tak terlalu penting menurut korban. Apalagi, para pelaku sekitar lima orang itu seakan memaksa korban untuk melakukan pungutan liar atau mengutip pajak tak resmi demi kepentingan para pelaku dengan berbagai dalih.
Tapi, kehendak para pelaku tidak diindahkan korban dan keluarganya. Akibatnya, para pelaku menjadi emosi dan tanpa banyak tanya memberondong dengan senjata jenis AK47 dan FN ke segala arah rumah korban.
Mendapat berondongan peluru, korban berusaha menyelamatkan diri sebisa mungkin namun beberapa peluru mengenai betis dan paha korban.
Sementara, istri korban, Sukma Dewi (35) yang saat itu sedang hamil tiga bulan lebih berusaha melindungi dua anaknya hingga tewas di tempat. Istri korban tewas setelah sejumlah peluru mengenai dadanya. Sedangkan kedua anaknya dikabarkan selamat dari insiden tersebut.
Dari informasi, jenazah almarhumah istri korban dikebumikan siang Senin di kampung. Sedangkan korban diterbangkan ke Medan untuk mendapat perawatan intensif.
Di RSU Adam Malik, korban dijenguk langsung Bupati Bener Meriah Ir Tagore Abu Bakar. (msm/irn/mhd/nai)